Showing posts with label opini singkat. Show all posts
Showing posts with label opini singkat. Show all posts

Friday, September 2, 2011

Cinta bikin Penasaran! (cintai dia selagi masih bisa dicintai).


Ngobrolin soal cinta dan pacar dengan kaum remaja, muda-mudi jaman sekarang tidak akan ada habisnya. Pacar yang dulunya mungkin hanya untuk “kaum berusia 23 keatas” kini sudah menjamur di semua lapisan usia. Kalo boleh dibilang anak-anak pun tidak terluput kena sihir dari yang namanya “Cinta”. Malahan ada yang usia masih 10 tahun udah bisa ngobrol dan cinta-cintaan. Apa tidak bikin “weird” kalo liat fenomena alam anak sekarang.

Pernah kejadian, waktu saya mengajar di salah satu TK, tiba-tiba salah satu anak datang kepada saya dan bilang kalo temannya (cewek) sayang sama dia. Hemmm… saya yang merasa kaget dengan ungkapan "sayang" jadi penasaran apa maksudnya. Dan secara mengejutkan, sayang yang dia maksudkan adalah “C-I-N-T-A”…. Argghhhhh sontak saya kaget setengah mati. Anak sekecil ini sudah tau soal cinta, ohh my goodness. It’s weird.

Lain kisah dengan anak SLTP yang lumayan dekat dengan saya bercerita soal kisah cintanya. Katanya sih belum kepengin suka-suka an dulu, pasalnya dia diminta sama ortunya buat mikir sekolah dulu. Jadi, bagi dia cinta itu urusan yang kesekian. Remaja ini sih bukanya nggak laku atau dijauhi sama teman ceweknya, cuman dia memang tidak pengen dan ngebet soal urusan cinta. *jangan dianggap dia tidak pencinta wanita, dia lagi nggak pengen pacaran saja.

Kisah lain saya alami dengan teman kampus saya. Saya sudah sama-sama dengan dia selama 4 tahun terakhir. Menikmati kuliah bersama, begadang bersama, nongkrong bersama cuman tidak mandi bersama saja, hehe. Kuliah yang kebanyakan orang bilang “hidup dalam penyerahan” maka soal cintapun termasuk dalam urusan berserah. Berserah kalo dapat, berserah siapa saja calonya, dan berserah dapat atau tidak calonya. *hahhaha mungkin bagi teman saya ini, cinta adalah sebuah misteri antara dia dan sang Pemberi pasangan. Yang pastinya dia akan mengejar ia menemukan, tidak heran dengan semangatnya itu setiap kali saya dan dia ngobrol, pembahasan paling utama adalah tentang cinta. *sampai pengen muntah saya mendengarnya. Hehhe

Dan kisah cinta yang mengejutkan saya hari ini adalah, kisah cinta seorang “janda” yang tiba-tiba menikah dengan seorang yang sudah mempunyai istri. *gilaaa…. Ya saya sih tidak menghakimi kisah cinta ini cuman, masak ibu janda ini rela di jadikan istri ke 2 nya? Hemm cinta sih cinta, cuman musti mikir 2 kali buat jadi istri ke 2 orang.

Ya… bagitulah cinta, mungkin yang paling tepat ketika orang menggambarkan soal cinta adalah “cinta itu buta”. Buta karena ia tidak memandang siapa dan apa yang akan dia dicintai.

Sunday, May 22, 2011

END “Time for reunion”

Kalo boleh tanya sebelum kalian membaca kisah ini. Apa yang ada dipikiran anda ketika anda mendengar kata “Berakhir”?

Take a minute to think J

“Akhir” adalah kata yang paling ditakuti oleh sebagian bahkan mungkin menjadi kata yang paling dihindari dalam hidup. Misalkan saja, ketika kita berpacaran. Pastinya kita tidak ingin mendengarkan pasangan kita mengucapkan kata “akhir” dalam hubungan yang telah terjalin. Atau mungkin bagi pasangan suami istri, gimana seandainya istri kita atau suami kita mengatakan pernikahan sudah berakhir. lain lagi dengan ketika seseorang yang sedang study, pastinya kata “akhir” itu yang dinantikan, namun apakah yang dirasa adalah kesenangan atau malah kesedihan. Belum tentu ketika seseorang yang study nya “berakhir”siap untuk mengakhirinya.

Well… apapun bentuk kondisi kita, pastinya ketika mendengar kata “akhir” perasaan kita ada yang janggal bahkan mungkin sakit. Apapun yang menjadi alasan kita, kata “akhir” adalah hal yang menyakitkan.

Dan kejadian menyakitkan itu terjadi pagi ini. saya berdiri di antara orang-orang berbaju hitam dengan wajah menunduk pilu. Udara yang seharusnya panas tiba-tiba menguap ketika seorang bapak Pendeta berkata, “Semua ada waktunya, ada waktu untuk menangis dan ada waktu pula untuk tertawa dan Tuhan berada dalam semuanya itu.”

Kata Bapak Pendeta itu adalah penutup dari rangkaian acara pemakaman seorang saudara dari teman saya. Jujur saja saya mungkin belum pernah ketemu, namun kiprahnya di dunia pelayanan sudah sering saya dengar.

Di pemakaman ini, tiba-tiba otakku melayang membayangkan bahwa “akhir” dari perjalanan hidup ini ada dalam satu balok berukuran 2 x 1 M. saya menarik nafas ketika hembusan angin tiba-tiba mendinginkan kepala saya. Saya melayangkan pandangan memandang sekeliling dan menemukan hampir semua orang mengenakan baju warna hitam. Saya tidak mengerti kenapa musti hitam, apakan warna ini adalah warna kegelapan atau warna kesedihan?

Sambil memandang dan berfikitr mengenai hidup ini. tiba-tiba saya dikejutkan dengan sekumpulan orang di sebelah saya. Mereka terlihat asyik sekali berbincang-bincang. Sayup-sayup saya mendengar obrolan mereka.

“Iya, Bapak Roni (samara) itu baik sekali, ia sering lho bantu-bantu saya kalo pas saya ada masalah dangan keluarga.” Kata seorang ibu.

“Iya saya juga, saya masih ingat kalo beliau itu baik dan ramah orangnya.” Kata yang satunya.

Dan perbincangan itu pun berlanjut mengenai seseorang yang ada dalam Peti itu. Saya memandang sekeliling dan hampir semuanya membicarakan seorang yang meninggal itu.

Saya jadi berfirkir. Apakah kematian atau akhir dari hidup ini adalah ajang untuk reuni?, menginggat semua yang telah seseorang lakukan. Mengingat masa lalu. Entah itu kebaikan atau keburukan. Namun disinilah semua sepertinya menyatu. Dalam sebuah pemakaman.

Dan saya yakini, acara pemakaman adalah ajang untuk mengingat kembali semua kejadian yang pernah dilalui bersama-sama dengan orang yang meninggal itu. Dan berharap, semuan kenangan itu tidak akan terkubur dengan terkuburnya jasad yang hidupnya “berakhir”.

Sunday, December 13, 2009

Christmas Greeting


"Ucapan Selamat Natal dari satu anggkatan 2006 kampus tercinta" dan selamat Natal buat teman-teman Ya..."

Tuesday, December 1, 2009

Nah……Ada Dagelan Di atas Mimbar!!!!!


Dalam sebuah kethoprak (ini bukan sejenis makanan, tapi drama tradisi jawa) biasanya menampilkan sebuah cerita adat atau pewayangan. Memang dapat dipastikan kalo kethoprak akan menampilkan suatu suguhan hiburan yang mengisahkan sejarah atau malah cerita kolosal, dan yang paling penting adalah adanya seorang pelawak (Dagelan, dalam bahasa jawa). Saya mempercayai orang-orang akan sangat tertarik dengan adanya dagelan dalam panggung, dan memang tidak banyak orang yang akan melewatkan munculnya pemeran dagelan tersebut.

Saya melihat sekarang ini banyak sekali acara TV yang banyak menampilakan lelucon-lelucon yang membuat orang tertawa, hal ini mungkin saja karena kebutuhan hiburan yang dapat mengurangi tingkat stress. Dan dari situlah kemungkinan cara berkotba pendeta pun terkena dampaknya, yaitu Kotbah dengan sedikit lelucon.

Saya tidak menghakimi bagi pendeta yang suka atau malah emang menjadi daya tariknya dalam berkotbah dengan lelucon atau guyonan. Ada kejadian yang membuat saya menjadi berfikir keras mengenai tingkah polah seorang pendeta diatas mimbar yang mengumbar lelucon dalam berkotbah. Entah kenapa, saya mulai berfikir, kenapa musti ada lelucon dalam berkotbah?. Bukankan berkotbah itu menyampaikan firman Allah? Dan hal itu sangat sacral?, saya sempat tidak begitu suka dengan cara berkotbah seperti ini, saya merasa ke agungan firman Tuhan tidak ada lagi karena lelucon konyol yang di lontarkan pendeta. Namun yang menjadi pemikira saya lagi adalah Kenapa jemaat malah suka atau malah tergila-gila dengan pendeta yang jago dalam membuat lelucon?, well, yang jelas saya tidak iri dengan pendeta yang jago dalam membuat lelucon, karena saya bukan tipe orang yang suka becanda dalam hal berkotbah (kadang-kadang sich heheh). Dan ada hal yang aneh lagi, masak jemaat pernah bilang begini, “Oh..iya saya ingat pak pendeta A (ngak perlu say sebut namanya) karena leluconnya yang enak dan lucu.” Dan ada lagi “ udah cari pendeta yang bisa melucu aja di mimbar biar ngak bosa.” Sumpah, saya jadi terheran-heran dengan pendapat seperti ini. Yang menjadi pemikiran adalah, apakah firman Tuhan yang di sampaikan masuk dalam hati mereka atau malah leluconya?. (who knows…and I don’t really understood).

Well, yang jelas saya yakin bahwa pendeta melakukan hal itu dengan alasan, sapa tahu dengan lelucon mereka diterima, sapa tahu dengan lelucon jemaat memahami firman Tuhan, dan sapa tahu ….(what’s else?...). dan untuk yang terakhir, selamat ber-dagelan ¬ria para pendeta yang luar bisa. !!!!!!

Dunia kecil dalam Asrama !!!!


Ini adalah kisah anak-anak yang super aneh dalam lingkungan yang aneh pula..(hehehhe)…yang pastinya ini terjadi di suatu sore yang sedikit dingin karena habis hujan. Genangan air masih menghiasi tanah tepat di depan ruang asrama kampus ku, air hujan yang masih menempel di dahan-dahan kadang kala menetes, dan semilir angin sore kadang kala menyapu kulit ku yang duduk tepat di depan salah satu kamar milik teman. Suasana yang mangasikan seperti ini katanya lebih enak di nikmati dengna kopi, teh hangat dan pisang goreng (ini usul salah satu teman ku sich). Tapi sayang karena keterbatasan dana, jadinya kita nikmati sore ini dengan makan angin dan obrolan ngak jelas (hehehehe), yang pastinya beginilah dunia asrama kampus ku sore ini.

Anak-anak asrama yang notabennya adalah anak-anak yang berjuang untuk sekolah dan belajar, mereka adalah orang-orang yang berasal dari tempat-tempat yang berbeda, beda budaya, beda latar belakang dan pastinya beda orang tua (Heh.  masak satu orang tua???). biasanya sore-sore begini anak-anak asrama bermain bola voli, dan seperti yang mereka lakukan sekarang, main bola voli sehabis hujan dengan telanjang dada, (ini kebiasan aneh, masak dingin-dingin begini telanjang dada). Yang jelas kini mereka asyik dengan dunia mereka yang aneh, sedangan kan saya, hanya duduk dan ngobrol ngak jelas ma sebagian anak yang ngak jelas juga (hehehhe).

Teman-teman, yang namanya hidup kost atau di asrama adalah hidup tanpa orang tua, (bukannya mereka dah mati) mereka harus berjuang untuk memenuhi kebituhan hidup dengan dana yang sangat limited dari orang tua mereka. Dan kejadian menyetuh dan membuat terharu, baru aja terjadi di asrama ini, ceritanya begini:

Salah satu teman yang kebetulan atau emang kebiasaan ngak masak kelaparan dan butuh makanan. Ia (ngak perlu saya kasih tau namanya) lagi berdiam diri dalam kamar dan menunggu pertolongan dari Tuhan (bahasa Teologi nich..), ya mungkin dengan merenung ia dapat hikmat kepada siapa ia harus minta makanan, dan tepat tidak berapa lama seorag malaikat datang padanya (maksudnya temannya nich) menawarkan makanan buatnya. “akhirnya ada berkatMu Tuhan, terimakasih.” Ujarnya dalam hati. Dan kini dengan penuh kenikmatan ia menikmati makan malamnya yang ia peroleh dari perenungannya dalam kamar.

Di lain pihak, di lapangan hijau, anak-anak aneh bin ajaib berubah dari main voly ke ngobrol di tengah lapangan. Yang pastinya kayanya akan ada konferensi meja bundar ke 2012 (iya pas kiamat datang,,kata di film-film sich). Saya yang mengamati dunia kecil di asrama ini malah jadi kaget, betapa saling membutuhkannya mereka, dari membutuhkan makanan, hiburan sampai kebutuhan yang lain (eitz....…jangan mikir yang aneh-aneh ya..mereka masih normal soalnya).

Bayankan dunia ini terjadi begitu simple seperti ini, pasti menyenangkan, tapi apa bener yang di katakan orang life Is simple?. Yang pastinya akan terjawab seberapa besar kalian bisa menikmati hidup kalian. OK Have a wonderful life to all of you!!.

Saturday, October 31, 2009

PENDETA JUGA BUTUH RILEKS.....kali !!!!

“Maaf Pak Pendeta, bisa kah saya minta tolong untuk datang kerumah saya sekarang,” suara dari telephone itu terputus-putus dan gemetar.
“Iya buk, saya akan kesana sekarang.” Jawab seorang Pendeta yang segera bangun dari tempat tidurnya.
Tepat jam dinding menunjukan pukul satu tengah malam, udara di luar begitu dingin dan jalan beraspal begitu sepi tanpa suara roda yang berputar. Malam ini dengan penuh semangat pengabdian sang pendeta melangkah ke arah rumah yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumahnya. Dengan berjalan yang sedikit tergesa-gesa, sang pendeta memakai jaket kulitnya yang sudah lumayan usang. Di daerah ini, banyak orang yang memeluk agama Kristen dan membuat sang pendeta begitu gigih melayani jemaatnya yang terkasih.
Sesampainya di rumah yang dituju, Sang Pendeta menemukan seorang Ibu muda sedang duduk menangis di samping seorang anak yang terbaring karena sakit keras. Dengan penuh kasih sang pendeta duduk disamping sang anak dan mendoakan sang anak untuk kesembuhhanya.
Sebelum melanglah pulang malam itu, sang ibu menanyakan obat apa yang bisa membuat sang anak sembuh. dan sang pendeta hanya memberikan jawaban sesuai pengetahuannya,- BERDOA SAJA, ya bu!!!.
Ketika pagi menjelang, sang pendeta mendapat kabar bahwa salah satu pemuda gerejanya mengalami kecelakanan dan mengharapkan kedatanganya segera ke rumah sakit. Dengan penuh semangat sang pendeta pun mengambil sepeda motornya dan segera menuju rumah sakit. Belum hilang rasa capeknya karena pelayanan semalam, ia melangkah yakin ke rumah sakit itu. Sesampainya di rumah sakit sang Pendeta segera menemui sang pemuda dan melihat keadaanya, tidak lupa ia pun berdoa untuk kesembuhanya.
Setelah selsai mendoakan tiba-tiba handphone sang pendeta berdering. Dilayar hanphone itu tertulis

Bapak Ronal calling…..

Dengan segera sang pedeta menjawab telfonnya.
“ya… Pak Ronal, apa yang bisa saya Bantu..?” Tanya sang pendeta.
“begini pak… sekarang bisnis saya sedang mengalami kerugian bisakah saya sharing dengan bapak sekarang?” Tanya Pak Ronald.
“Ya.. boleh sekarang saya akan ke Geraja, bapak tunggu disana.” Kata sang pendeta.
Tugas di rumah sakit usai dan kini ia akan ke gereja untuk sharing dengan pak Ronald. Sepeda motor yang menemaninya kamana-mana siap melaju di jalan raya. Rasa capek belum juga hilang dari sekujur tubuhnya namun panggilan pelayan memanggilnya. Dan ia WAJIB melayani.
Sesampai di gedung Gereja sang pendeta mendapati bapak Ronal sudah duduk di ruang konseling. Dan setelah bertegr sapa, mulailah perbincangan tentang kerohanian melingkupi dan sampai akhirnya masuk dalam masalah bisnis.
Penuh kesadaran bahwa Pak Ronald menginginkan jwaban dan dukungan serta soludi untuk masalah bisnisnya, dan kini tugas seorang berpindah dari PELAYAN GEREJA menjadi PE-BISNIS, dari KEROHANIAN menjadi KEUNTUNGAN. Namun sayang sang jemaat tidak memahami akan hal itu, dan hanya menginginkan jwaban yang memuaskan.
Sore menjelang, tiba-tiba saja pintu rumahnya di ketuk seseorang. Dan tampak jelas ia sadalah salah satu jemaat di Gerejanya.
“Ya…. Bu, ada yang bisa saya bantu.” Tanya sang pendeta.
“Begini pak, sekarang ini saya ada masalah dengan suami saya……….” Sang ibu itu bercerita mengenai masalahnya sampi seakar-akarnya. Dan meminta sang pendeta untuk tidak menyebarkannya.
Kini tugas lain seoarng Pendeta adalah mendengar jeritan para warganya, dan menyimpanya sampai membusuk di telan waktu. Seakan menjadi tempat sampah bagi jemaat nya, sang pendeta tetap bersyukur.
Ini adalah salah satu contoh kesibukan seorang pendeta yang melayani Jemaatnya namun tidak mempunayi waktu untuk keluarga dan kehidupan pribadinya. Kita menaydri betapa beratnya menjadi seorang Pendeta,- harus menjadi panutan, menjadi penasehat, menjadi dokter, guru, bahkan pembantu-. Aku sendiri cukup terkejut ketika membayangkan pelayanan seperti itu. Jemaat hanya menuntut pelayanan yang memuaskan dari pendeta meraka dan tidak menghiraukan akan kesejahtraan sang Pendeta.
Kita tahu bahwa manusia memiliki kehidupan pribadi yang harus di penuhi, dan itu mungkin bagi seorang pendeta karena tntutan para Jemaat. Namun kadang kala ada juga yang mengatakan bahwa sang pendeta hanya malas-malasan melayani, ada pula yang menghujat akan pelayanannya, namun ada pula yang mengatakan PENDETA TIDAK BERMUTU, sungguh merupakan pukulan terhebat ketika kita berani mengatakan seperti itu.
Ada kisah lain dalam suatu gereja yang tdiak megijinkan pendetanya untuk mengikuti seminar atau acara-acara pengembangan diri, padahal kalo di pikir-pikir itu adalah hal yang membangun bagi sang pendeta. Namun saying dengan alas an “Gereja lebih membutuhkan” maka sang pendeta pun terkurung dalam Megahnya gedung gereja seperti ayam dalam kurungan.
Jadi sekarang yang menjadi pergumulan kita dalah “Apakah kita sebagai jemaat sudah memberi ruang bagi pendeta untuk mengembangkan diri? Atau malah mengikatnya erat dan tidak dilepasakan?. Yakinlah bahwa PENDETA pun butuh relaksasi, tidak selalu terkurung dalam sampah para jemaat.

Sunday, May 10, 2009

Lebih Dari Memberi.

Saya teringat dengan kisah dalam Alkitab tentang orang samaria yang baik hati. Dalam cerita itu, ada seorang yang sedang di rampok dan mengalami luka-luka yang parah. Dan pada saat itu, ada seorang ahli alkitab lewat namun sayang sang ahli alkitab tidak melakukan sesuatu pada orang yang sedang terluka itu, ia malah lewat dan menjauh –sama hal nya mengerti firman tapi tidak mau melakukan-. Kemudian seorang lewi lewat, dan hal serupa dilakukan, menhindar dari orang yang luka itu tadi. Dan yang ketiga, adalah seorang samaria, hal yang mengejutkan ia lakukan, ia membantu orang yang luka dan membawanya ke penginapan untuk di obati. Namun sayang di alkitab tidak di jelaskan apa yang di lakukan orang yang luka itu tadi kepada orang samaria yang telah menolongnya.

Mungkin, kadang kala balasan dari orang yang kita tolong akan berbeda dengan apa yang kita pikirkan. Saya mungkin berfikir bahawa ketika kita menolong maka harapan kita adalah mendapat balasan yang baik. Namun apa jadinya ketika orang yang kita tolong malah membalas dengan keangkuhan mereka.

Saya baru saja mengalami hal yang membuka mata, bahwa membantu seseorang adalah sampai pada titik dimana kekuatan kita terkuras sampai habis, atau malah darah penghabisan baru mereka akan menyadari kalo kita membantu. Kita lihat kisah Yesus, coba bayangkan, Ia sudah menolong semua orang dengan mengajarkan kebaikan dan membantu mengenal Allah namun apa yang terjadi, Ia harus merelakan nyawaNya, ini adalah suatu bukti bahwa menolong adalah dengan tindakan.

Dua hari yang lalu, kebetulan di kampus kebanggan saya meminta saya untuk mengambil bebarapa gambar dan mencetaknya, dan memang kebetukan saya suka dengan pekerjaan ini. dengan senang hati saya melakukan tugas ini, dan memang sudah menjadi pedoman dalam hidup adalah ketika saya bisa membantu maka saya akan bantu. Dan mulailah saya melaksanakan tugas ini. pertama saya mencetak hanya sesuai tugas, namun setalah selesai sang rektor datang dengan PD nya mengatakan untuk mencetak semau foto menjadi rangkap 3 dan di minta saat itu juga –GILA-. Terus terang saya langsung mengerjakannya. Dan selesai dalam 4 jam dengan keringat dan keletihan yang sumpah minta ampun. Tugas pertama selesai.

Sehari setelah selesai tugas pertama, datanglah tugas kedua MEMBUAT VIDEO buat presentasi. Dan dengan senang hati saya bantu. Namun sayang, ketika saya mulia mengerjakan tugas ada suara yang mebuatku tercengang. Saat itu saya sedang mengedit video dan sang rektor berkata saya harus membayar penggunaan computer….???. jelsa saya kaget dengan hal ini, dan setelah saya cari tahu ternyata sang Rektor mencurigai saya menggunakan INTERNET kantor, alias Menggunakan tanpa ijin ato MENCURI. Jelas saja, saya jadi kaget, seumur hidup saya paling tidak suka kalo dituduh mencuri dan itu tanpa bukti. Saya marah waktu itu dan tidak percaya ternyata selama ini saya membantu belum cukup untuk membuat sang rektor percaya. Dan alhasil, saya di buat bahan omongan dosen, dan itu berdampak pada hubungan di kelas. Tepat hari jum’at kemarin saya di buat kalang kabut dengan ulah sang rektor yang sekaligus mengajar, jadwal presentasi saya yang seharusnya minggu depan di ajuka tanpa pemberitahuan, dan waktu itu saya pas ada jadwal keluar jadi tidak masuk kampus, dan akhirnya nilai C sudah ada di daftar nilai saya gara-gara sang rektor yang plin-plan dengan jadwal mengajar. Dan yang lebih parah lagi dosen yang satunya malah mengatakan saya tidak sopan karena tidak ijin, padahal saya sudah ijin.

Sekarang saya mulai tidak yakin saya hormat dengan mereka, dari mulai saya masuk kuliah sya sudah banyak di tentang dan di hina-hina, apa karena mereka takut tersaingi dengan kecerdasan dan kepintaran yang saya miliki. YA…who know???. Yang jelas memberi pertolongan adalah sesuatu yang berat kepada mereka yang membalas dengan cacian. Sekarang …who cares about it??





Sunday, April 26, 2009

+ / - NYA LCD



Jaman modern sudah bagitu diluar batas pemikiran kita sekarang, sudah banyak perubahan gaya hidup yang semakin instant. Dapat diakui bahwa sekarang ini, orang lebih suka yang instant mulai dari makanan, pendidikan, kekayaan sampai perikahan pun dapat dilakukan secara instant. Di Las Vega, USA, tempat yang terkenal dengan kota Gambling nya. Di salah satu chapel di sana melayani pernikahan drive through, hanya dalam beberapa menit orang bisa jadi suami istri, malahan ada yang menikah dengan aturan waktu, mau yang 1 hari atau yang 1 minggu. Sungguh dunia ini sudah berubah sedemikan rupa.

Satu minggu kemaren, saya dan beberapa teman mengikuti ibadah di salah satu gereja. Saya begtu terberkati dengan ibadah yang sangat khusuk sekali. Bangunan gerja yang besar dengan iringan musik yang benar-benar membuat masuk dalam penyembahan. Jemaat yang hadir pun lumayan banyak, sekitar 80 orang.

Sejenak tiba-tiba pikiranku melayang kearah LCD yang tepat ada di depan, LCD itu memperlihatkan tata cara ibadah dan semua jalannya ibadah, dari kidung pujian sampai ayat dalam Alkitab. Aku jujur saya bersyukur dengan adanya LCD itu, disamping aku tidak bawa Kidung Jemaat aku juga merasa nyaman karena tidak perlu membolak-balik kidung jemaat. Namun tiba-tiba pikiranku berubah, ketika masuk dalam firman Tuhan semua ayat terpampang di LCD dan itu sangar menolong. Tapi yang jadi persoalan adalah beberapa jemaat yang aku lihat sama sekali tidak membawa atau membuka Alkitabnya karena lebih suka membaca di layar depan.

Ada banyak hal memang kuntungan dan kerugian menggunakan LCD dalm ibadah, sebagai contoh yang menjadi ke kurangannya adalah:

1.orang akan lupa untuk membawa Kidung Jemaat atau Alkitab ke Gereja karena sudah ada LCD di dalam peribadatan.

2.Orang akan malas untuk membuka Alkitab karena sudah terpampang jelas.

3.akan benar-benar merugikan LAI sebagai penerbit Alkitab karena dalam peribadatan orang sudah di suguhi di layar LCD, tidak perlu Alkitab lagi.


Sedangkan yang menjadi keuntungan buat peribadatan adalah:

1.Memudahkan dalam beribadah.

2.memudahkan dalam menyampaikan informasi ke pada jemaat karena tidak hanya mendengar tapi juga membaca.

Mungkin hanya itu yang menjadi keuntungan dan kerugian ketika gereja menggunakan layar LCD. Tapi yang jelas, memang ada kurang lebihnya dalam menggunakan semua alat dalam ibadag, tergantung kita melihat dari sudut pandang yang mana.(FK)